| Berapa Panjangkah Dzikrulloh Kita? |
|
|
|
| Monday, 21 December 2009 17:01 |
Setiap hari kita memiliki aktivitas rutinan dan setiap hari pun kita berada dalam sebuah perjalanan. Perjalanan yang mengantarkan kita pada suatu tempat aktivitas. Entah itu sekolah, kampus, kantor, pasar, atau mana pun.
Pernah kah kita mencoba untuk bisa melafazkan asma-asma ALLAH? Atau mengucapkan kalimat thoyyibah, beristigfar atau segala sesuatu dalam rangka mengingat pencipta kita pada setiap perjalanan yang kita lalui? baik itu berjalan kaki, mengendarai sepeda, motor, bus, mobil, kereta, atau apa sajalah. Ataukah kita lebih senang mendendangkan lagu-lagu melankolis yang tanpa sadar keluar dari bibir kita? –astaghfirulloh- Tidak dipungkiri terkadang apa yang kita dengarkan tanpa sengaja, akan mudah terngiang di telinga kita dan kita pun juga tanpa sadar mengikuti irama yang seharusnya tidak perlu diikuti. Maka hati-hati lah dengan apa yang kita dengar, lihat, dan rasakan. Karena semua akan mudah masuk ke dalam diri kita tanpa kita sadari. * * * * * Suatu hari saya pernah memboncengi seorang ummahat dalam sebuah perjalanan. Ketika pembicaraan kami selesai, beliau langsung muroja’ah –mengulangi hafalan- bacaan Qur’annya. Subhanalloh.. saya pun terinspirasi dari beliau. Kenapa tidak kita manfaatkan dalam setiap aktivitas kita untuk selalu dzikrulloh? Baik itu dalam keadaan lapang atau sempit. Semisal dalam kita berkendara dan sepanjang apakah dzikir kita dalam perjalanan itu? (http://hani-smile.blogdrive.com/) |




Setiap hari kita memiliki aktivitas rutinan dan setiap hari pun kita berada dalam sebuah perjalanan. Perjalanan yang mengantarkan kita pada suatu tempat aktivitas. Entah itu sekolah, kampus, kantor, pasar, atau mana pun.



